Koloid adalah suatu campuran zat heterogen
(dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang
berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di
dalam zat lain. Dimana di antara campuran homogen dan heterogen terdapat
sistem pencampuran yaitu koloid, atau bisa juga disebut bentuk (fase) peralihan
homogen menjadi heterogen. Campuran homogen adalah campuran yang memiliki sifat
sama pada setiap bagian campuran tersebut, contohnya larutan gula dan hujan.
Sedangkan campuran heterogen sendiri adalah campuran yeng memiliki sifat tidak
sama pada setiap bagian campuran, contohnya air dan minyak.
Ukuran partikel koloid berkisar antara
1-100 nm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, maupun
tebal dari suatu partikel. Contoh lain dari sistem koloid adalah adalah tinta,
yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan cairan (air). Selain
tinta, masih terdapat banyak sistem koloid yang lain, seperti mayones,
hairspray, jelly, dll.
Larutan adalah campuran homogen antara
zat terlarut dan pelarut. Zat terlarut dinamakan juga dengan fasa terdispersi
atau solut, sedangkan zat pelarut disebut dengan fasa pendispersi atau solvent.
Contohnya larutan gula atau larutan garam.
Pada larutan, ukuran partikel
pelarut dan zat terlarut adalah pada dimensi atau sebesar molekul tunggal atau
ion. Jadi, molekul-molekul tidak bergabung membentuk partikel yang lebih besar.
Partikel terdistribusi satu sama lain secara serba sama (uniform) menghasilkan
fasa homogen. Distribusi uniform menyebabkan sifat fisik larutan menjadi
berbeda dari pelarutnya. Misalnya, air membeku pada 0oC, tetapi
dengan penambahan NaCl, larutan NaCl akan membeku pada kurang dari 0oC.
Suspensi adalah campuran heterogen yang
terdiri dari partikel – partikel kecil padat atau cair yang terdispersi dalam
zat cair atau gas. Misalnya, tepung beras dilarutkan dalam air dan dikocok
dengan kuat; Apabila campuran tersebut dibiarkan beberapa saat, campuran
tersebut akan mengendap ke bawah.
Pada suspensi setidaknya satu
komponan mempunyai ukuran partikel relatif lebih besar dan terdistribusi dalam
partikel lainnya. Contohnya adalah: (a) pasir halus dalam air, (b) asap di
udara, dan (c) endapan dalam campuran reaksi. Pada semua contoh di atas ukuran
partikal cukup besar sehingga dapat dilihat apakah dengan mata telanjang atau
dengan mikroskop. Bila suspensi tidak digoyang, atau dibiarkan, maka partikel
tersuspensi akan mengendap karena pengaruh gravitasi, meskipun kecepatan
pengendapan tergantung pada ukuran partikel. Contohnya, pasir kasar (ukuran partikel
lebih besar) akan lebih cepat mengendap dibandingkan dengan lumpur halus.
Berikut laporan tentang perbedaan larutan, koloid dan suspensi. silahkan Download disini

Luar biasa teman. Kita butuh semuanya untuk tugas adek dirumah.
BalasHapusTerimakasih
menang BERSAMA
Hidup Adalah Perjuangan